Fraksi PKB Jatim Jamin Aspirasi Pengesahan RUU P-KS Sampai ke Senayan

By Kontributor 17 Sep 2019, 14:56:58 WIBDaerah

Fraksi PKB Jatim Jamin Aspirasi Pengesahan RUU P-KS Sampai ke Senayan

Keterangan Gambar : Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim Anik Maslachah saat menerima massa aksi RUU P-KS untuk beraudiensi di DPRD Jatim


Surabaya, matahationline.com Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur menerima puluhan massa yang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Jatim (Gemas Jatim) untuk beraudiensi terkait dengan Rencana Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) di gedung DPRD Jawa Timur, Selasa 17 September 2019. Ketua Fraksi PKB  DPRD Jawa Timur Anik Maslachah menyampaikan bahwa menjamin aspirasi massa terkait dengan percepatan pengesahan RUU P-KS sampai ke DPR RI di Senayan.

Bagi perempuan yang biasa disapa Mbak Anik itu mengatakan bahwa RUU P-KS merupakan manivestasi dari kebijakan khusus untuk memberantas tindakan kekerasan seksual yang kerap kali dialami oleh perempuan. Ia bahkan ikut mendesak Panja RUU P-KS komisi VIII DPR RI dan pemerintah pusat untuk tetap mempertahankan substansi  dalam RUU P-KS yang memuat Sembilan bentuk kekerasan seksual, hukum acara pidana dan pidana kekerasan  seksual, restitusi dan pemulihan korban yang berkualitas dan komperhensif.

“Pengesahan RUU P-KS ini menjadi undang-undang dapat menjamin kepastian hukum maupun perlindungan hukum tehadap perempuan. Sebab itu, kita dukung penuh,” terang perempuan yang digadang-gadang sebagai Calon Bupati Sidoarjo 2020 itu.

Tidak hanya pengesahan, politisi PKB Jawa Timur itu juga mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk pengadaan shelter dan layanannya dibeberapa titik strategis di Jawa Timur, seperti di Kabupaten Pamekesan, Jember, Madiun dan Bojonegoro. “Fungsi dari shelter tersebut bisa diperluas sebagai Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) bagi Anak berhadapan dengan hukum yang memang sulit dipenuhi pemerintah kabupaten/kota,” sambungnya.

Sebelumnya, salah satu koordinator Gemas Jatim Sri Wahyuni menyampaikan keluh kesahnya karena perempuan selalu mendapat perlakukan kekerasan seksual baik di ruang tertutup bahkan di ruang terbuka/publik. Kekerasan itu bahkan terhadi di tempat-tempat ibadah. “Kekerasan seksual sudah menimpa puluhan bahkan ratusan perempuan di Jawa Timur, kita hanya meminta pengesahan RUU-PKS untuk melindungi kami para perempuan,” pungkasnya.[ct]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment