Deagrarianisasi, Lahan Pertanian Jember Terus Menyusut

By 08 Apr 2016, 14:46:36 WIBDaerah

Deagrarianisasi, Lahan Pertanian Jember Terus Menyusut

Keterangan Gambar : Tampak luas sawah yang terus berkurang karena pembangunan perumahan (Foto: rri.co.id)


Jember – Gejala deagrarianisasi atau proses pelemahan sektor pertanian sedang melanda Jember. Indikasinya, lahan pertanian di Jember terus mengalami penyusutan hingga 100 hektar per tahun. Menurut kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jember Hari Wijayati, Jumat (08/04/2016), terjadinya penyusutan lahan pertanian tersebut diakibatkan adanya alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman penduduk.

 

Tidak adanya payung hukum yang mengatur alih fungsi lahan pertanian menjadi salah satu sebab terjadinya alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan. Hal tersebut terbukti dengan tingkat pembangunan pemukiman atau perumahan yang cukup tinggi oleh perusahan-perusahan. “Perlu ada sebuah payung hukum yang bisa melindungi eksistensi lahan pertanian sehingga dapat menekan penyusutan lahan sawah dan perkebunan,” ujur Hari.

 

Hari berpendapat, pengalihan lahan pertanian ke perumahan dikhawatirkan mengganggu produktivitas pertanian Jember. Karena saat ini, lahan seperti sawah merupakan media satu-satunya untuk melakukan pertanian." Pengurangan lahan pertanian itu dapat mengganggu kedaulatan pangan, apalagi Kabupaten Jember merupakan salah satu lumbung pangan di Jatim," terang Hari.

 

Mengantisipasi potensi deagrarianisasi yang kian membesar, Dinas Pertanian Kabupaten Jember telah menyiapkan 101.603 hektare lahan pertanian abadi atau lahan pertanian berkelanjutan untuk meningkatkan produksi pangan. "Luasan tersebut terbagi menjadi lahan untuk tegal dengan luas 81.081 hektare dan lahan untuk sawah dengan luas 20.522 hektare,” pungkas Hari.[antara/ch]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment