Covid-19 Menimbulkan Kekhawatiran Implementasi Perpres 80 Percepatan Pembangunan Jatim Terhambat

By Kontributor 23 Mar 2020, 15:31:39 WIBEkonomi

Covid-19 Menimbulkan Kekhawatiran Implementasi Perpres 80 Percepatan Pembangunan Jatim Terhambat

Keterangan Gambar : Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Syamsul Arifin


matahationline.com– Persebaran virus corona atau covid -19 di Jawa Timur semakin meluas dan jumlah pasiennya juga terus bertambah. Permasalahan tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan implementasi Perpres 80 tahun 2019 tentang  percepatan pembangunan ekonomi wilayah Jawa Timur jadi terhambat. 

Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur Syamsul Arifin mengatakan rasa kekhawatiran terhambatnya pembangunan Jawa Timur karena dalam masa satu bulan waktunya digunakan untuk memikirkan permasalah yang lebih besar, yaitu covid-19. Legislatif bersama eksekutif bekerja untuk mencari solusi pencegahan persebaran covid-19 semakin meluas.

Meski demikian, politisi PKB tersebut juga tidak mengesampingkan pembangunan ekonomi di Jawa Timur. “Minimal kita telah menyiapkan blueprint untuk perpres 80 tahun 2019 itu. Sehingga nantinya permasalahan virus corona sudah selesai, kita bisa langsung tancap gas,” ungkap Syamsul.

Hingga saat ini, pembahasan Perpres No 80 Tahun 2019 antara DPRD Jawa Timur dan Gubernur Jawa Timur Khofifah masih belum detail poin-per-poinnya. Akan tetapi, gubernur kata Syamsul, sudah menyiapkan rancangan-rancangan pembangunan  yang tersebar di 218 titik di wilayah Jawa Timur.

“Tentu sudah disiapkan bersama dengan OPD/Dinas dan pihak terkait. Tapi karena ini kaitannya dengan persipan yang lebih matang, jadi belum dipublikasikan,” katanya.

Sambil menunggu masa darurat covid 19, syamsul berharap Gubernur Khofifah untuk menyiapkan langkah-langkah percepatan pembangunan ekonomi Jatim dari semula yang direncakan enam bulan untuk bisa dilakukan tiga bulan, utamanya dalam hal pelaksanaan di lapangan. Ia kemudian mencontohkan bagimana percepatan bisa dilakukan dengan menambah tenaga.

“Misal  perkerjaan bisa dilakukan satu orang, tapi karena percepatan, pekerjaan bisa dilakukan oleh 2-3 orang. Yang terpenting semuanya sesuai rencana awal dengan tidak mengurangi anggaran, kualitas pekerjaaan dan tidak mengurangi target-target capaian yang sudah dirancang,” sambungnya.

Dalam proses perencanaan kali ini kata Syamsul, gubernur diminta memprioritaskan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, diantaranya adalah pembangunan infrastruktur sekolah dan infrastruktur kesehatan. Karena keduanya tersebut adalah kebutuhan primer masyarakat yang harus diprioritaskan.



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment