Cara Cak Imin dalam Memperkokoh Kebhinekaan Indonesia

By fandra 14 Sep 2017, 12:30:35 WIBTokoh

Cara Cak Imin dalam Memperkokoh Kebhinekaan Indonesia

Keterangan Gambar : Tampak Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar memaparkan materi memperkokoh politik kebhinekaan di Kampus FISIP Unair.


Surabaya, matahationline.com – Ketua Umum DPP PKB H. Muhaimin Iskandar (Cak Imin) memberikan bebarapa cara memperkokoh kebhinekaan bangsa Indonesia. Cara yang ditawarkannya adalah penegakan hukum secara tegas terhadap pelaku tindak kekerasan dan pemaksaan kehendak yang mengatasnamakan agama.

Menurut Cak Imin, negara tidak boleh lagi membiarkan tindakan kekerasan dan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan kelompok mengatasnamakan agama tertentu. “Negara harus melindungi hak setiap warganya atau kelompok masyarakat untuk berekspresi, menyatakan pendapat dan menjalankan profesinya,” ungkap Cak Imin dalam acara Diskusi Rabuan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (FISIP-Unair) dengan tema “Memperkokoh Politik Kebhinekaan”, Rabu (13/9/2017) di Aula Soetandyo FISIP Unair Surabaya.

Selain itu, kata Cak Imin, ormas-ormas keagamaan harus didorong untuk mengedepankan dialog dan kerja sama dalam berbagai bidang sosial-kebudayaan. Dengan kerja sama tersebut toleransi bisa ditumbuhkan secara menyeluruh. Karena dalam kerja sama akan menumbuhkan intensitas komunikasi yang tinggi dan pada akhirnya bisa menghindari terjadinya kesalahpahaman.

Cak Imin dalam kesempatan tersebut juga mengingatkan perlunya menanamkan kembali nilai-nilai tolerasi dan diajarkan sejak dini kepada anak-anak sekolah dasar sampai dengan sekolah tinggi. Materi nilai-nilai toleransi, bagi Cak Imin, perlu diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan di sekolah maupun di perguruan tinggi. Sehingga sikap toleransi tertanam kokoh atau menyatu ke dalam jiwa di setiap siswa dan mahasiswa.

“Cara penafsiran dan pemahaman tunggal terhadap ajaran agama misalnya, perlu dihindarkan. Sehingga siswa terbiasa berfikir terbuka dan menghargai perbedaan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Cak Imin dihadapan civitas akademika Fisip Unair menyampaikan pentingnya memupuk rasa nasionalisme atau kebangsaan. Karena dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara, rasa nasionalisme atau semangat kebangsaan merupakan faktor penting bagi keutuhan, kedaulatan dan keberlangsungan hidup suatu bangsa.  “Dengan kata lain, sebuah nation-state seperti Indonesia tidak akan mampu berdiri tegak jika salah satu pilar terpentingnya , yaitu semangat kebangsaan, rapuh,” terangnya.

Cara memperkokoh kebhinekaan yang terakhir yaitu memperkuat tradisi islam ahlus sunnah wal jamaah (aswaja). Aswaja tersebut kata Cak Imin, telah mampu menjadi fondasi kesatuan sosial-budaya  bagi bangsa Indonesia selama berabad-abad lamanya.

“NKRI,pancasila dan Aswaja harus dipertahankan agar tata masyarakat yang damai, adil, stabil dan toleran bisa dipertahankan dan dikembangkan sebagai prasyarat utama menuju terwujudnya masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan,” jelas Cak Imin.[fc]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment