Cak Imin dan GusDurian yang Sesungguhnya

By Kontributor 13 Des 2018, 12:07:05 WIBTokoh

Cak Imin dan GusDurian yang Sesungguhnya

Keterangan Gambar : Cak Imin


matahationline.com - KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur merupakan sosok tokoh Indonesia yang relegius, nasionalis dan humanis semasa hidupnya. Gerakan politik, dakwah dan perilaku presiden RI ke-4 tersebut sulit ditebak oleh semua kalangan, baik itu pengamat, politisi, akademisi maupun dari keluarganya sendiri. Gus Dur menjadi simbol tokoh pluralis humanis yang tidak pernah membedakan kasta, agama, suku dan budaya. Bahkan ia terkenal sebagai tokoh pembela minoritas (pengakuan adanya agama konghucu oleh negara). Sebab itulah, ia menjadi rujukan semua orang untuk berbuat baik, salah satunya menamakan diri sebagai GusDurian atau pengikut Gus Dur.

GusDurian ini adalah pengikut Gus Dur yang berjuang dalam bidang sosial kemasyarakatan dan ada juga yang berjuang di bidang politik, seperti meneruskan perjuangan partai Gus Dur, PKB. GusDurian adalah pengikut Gus Dur yang loyal kepada Gus Dur dan ajaran-ajaran Gus Dur. Sejak Gus Dur masih ada ataupun saat ini, Gus Dur telah diada.

Untuk tahu siapa GusDurian yang sesungguhnya, Ketua Umum PBNU Prof. Dr KH. Said Aqil Siradj memberikan satu contoh sosok GusDurian yang sesungguhnya. Menurut KH Agik Siradj, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) salah satu Gus Durian yang loyal kepada Gus Dur. Dilansir dalam buku Melanjutkan Pemikiran dan Perjuangan Gus Dur 2010, ukuran pertama orang yang terbilang loyal kepada Gus Dur atau tidak adalah bagaimana ia bersikap terhadap Gus Dur pada Muktamar ke-29 NU di Cipasung Jawa Barat Tahun 1994, bukan diukur dengan kedekatannya saat Gus Dur menjadi Presiden atau sesudah menjadi presiden.

Mengapa harus Muktamar Cipasung tahun 1994 yang menjadi tolak ukur?. Mururut Said Aqil, pada masa itu, orang-orang yang membela Gus Dur harus bersiap-siap untuk miskin dan tersingkir secara politik bahkan secara fisik. Membela dan berada di barisan Gus Dur di Muktamar Cipasung benar-benar beriso tinggi.

Saat itu, Gus Dur kembali maju sebagai Ketua Umum PBNU, namun Presiden Soeharto tidak menghendaki Gus Dur dan menginginkan peserta Muktamar NU memilih Abu Hasan, calon ketua umum yang disukai pemerintah orde baru. Segala upaya dilakukan Soeharto untuk menggagalkan langkah Gus Dur. Cara-cara yang dilakukan Soeharto dengan cara mengintimidasi cabang-cabang NU dan kiai-kiai NU didekati untuk mendukung Abu Hasan. Intervensi Soeharto tampak lebih nyata dengan menyiapkan uang dengan jumlah besar untuk menyingkirkan Gus Dur, tokoh NU yang kencang dalam mengkritisi pemerintahan orde baru. Namun usaha Soeharto menyingkirkan Gus Dur gagal, karena Gus Dur didukung oleh kiai-kiai ihklas yang siap miskin dan siap disingkirkan Soeharto. Dari barisan kiai-kiai iklas tersebut ada Cak Imin, aktivis PMII yang senang tiasa berguru dan patuh kepada Gus Dur.

Kedua, Cak Imin adalah pemimpin muda yang banyak mengikuti langkah Gus Dur dalam berpolitik di PKB. Ia menjadi tipe pemimpin yang sabar dengan menempuh jalan politik dari bawah, berjuang dari bawah dengan segudang pengalaman seperti Sang Guru, Gus Dur. Gus Dur sebelum menjadi presiden RI, ia malang melintang di dunia aktivis, bersentuhan dengan masyarakat bawah dan menjadi pengurus dan Ketua Umum PBNU selama 15 tahun lamanya. Begitu juga Cak Imin, belajar politik dengan menjadi Ketua Badan Perawakilan Mahasiswa UGM, Ketua PMII Cabang Yogyakarta, Ketua Umum PB PMII dan lanjut menjadi Sekjen PKB hingga menjadi Ketum PKB. Jalan politik yang panjang tersebut tampaknya usaha tidak mengkhianati hasil seperti yang menjadi kalimat penyemangat anak-anak muda jaman now.

Ketiga yang juga menjadi salah satu ukuran GusDurian yang sebenarnya adalah bagaimana seseorang mampu menerjemahkan pemikiran-pemikiran Gus Dur. Cak Imin menjadi salah satu tokoh muda NU yang bisa dikatakan sangat fasih dalam menerjemahkan pemikiran-pemikiran Gus Dur. Cak Imin menjadi tokoh politik yang senangtiasa mensosialiasasikan pemikiran-pemikiran besar Gus Dur dan tokoh-tokoh besar NU tentang agama, demokrasi dan masalah kemanusiaan secara umum. Cak Imin dalam mengabadikan bagaimana menerjemahkan pemikiran dan langkah politik Gus Dur, ia kemudian menulis dua buku berjudul Gus Dur yang Saya kenal (2004) dan Gus Dur, Islam dan Kebangkitan Indonesia (2007). Pemikiran dan langkah politik Gus Dur juga sering ditulis Cak imin dalam bentuk artikel pendek yang dimuat dalam surat kabar seperti kompas, jawa pos, seputar Indonesia dan media lainnya.

Demikian ulasan tentang Cak Imin dan GusDurian yang Sesungguhnya.

 

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 2 Komentar untuk Berita Ini

  1. JeaBild 05 Jan 2019, 21:28:37 WIB

    Viagra Likor Rezept <a href=http://tadalaffbuy.com>cialis 5 mg</a> Levitra Prezzo In Erboristeria Viagra Indicaciones Cephalexin And Penicillin Allergies <a href=http://ciali40mg.com>online cialis</a> What Dose Of Propranolol Should L Take Hoa To Buy Alli Pills Il Viagra Funziona

    JeaBild 18 Jan 2019, 04:16:14 WIB

    Viagra Kaufen Oesterreich Cialis 5 Mg Uso Diario <a href=http://viaaorder.com>buy viagra online</a> Viagra Tablet Picture Cialis Sin Receta Barcelona Cialis E Propecia Cialis En France Prix Medicamentos Cialis Viagra Propecia Serenoa Repens <a href=http://bestviaonline.com>generic viagra</a> Comprar Cialis Andorra Online Viagra Pills For Sale Acquisto Levitra Free <a href=http://lapizmoon.com>cialis from canada</a> Zithromax Alcohol Interaction Ofloxacin Vs Ciprofloxacin Is There Colchicine In The Uae Doryx Apo <a href=http://exdrugs.com>viagra</a> Sildenafil100mg Phu Buy Viagra Usa Html Buy Viagra Usa <a href=http://cialusa.com>cialis vs viagra</a> Viagra E Cialis Acquisti Msd

View all comments

Write a comment