Cak Imin Cerita Caleg DPR Lolos Karena "Tuah" Kiai Di Hadapan Jokowi

By Kontributor 17 Des 2018, 18:00:23 WIBPolitik

Cak Imin Cerita Caleg DPR Lolos Karena "Tuah" Kiai Di Hadapan Jokowi

Keterangan Gambar : Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin (Dok PKB)


Jakarta, matahationline.com – Acara Konsolidasi Calon Legislatif dan Haul Presiden ke-4 Abdurahman Wahid (Gus Dur) yang diselenggarakan oleh Partai Kebangkitan Bangsa di Balai Sarbini dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi tiba di tempat acara, pukul 13.10 WIB, Senin (17/12/2018). Didampingi Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Sekjen PKB Hanif Dhakiri, dan Wasekjen Daniel Johan saat memasuki lokasi konsolidasi. Tampak Jokowi menyalami peserta yang duduk di barisan terdepan.

Setelahnya, acara dilanjutkan menyanyikan lagu “Indonesia Raya”, Mars PKB, dan melantunkan ayat suci al Qur’an. Cak Imin kemudian maju ke panggung untuk memberi sambutan.

“Ada cerita pak Presiden, caleg mustadh’afin ini meskipun terbatas tapi punya ide dan kreasi yang tak terbatas. Salah satunya ada caleg dari Pamekasan. Karena baru lulus sudah nyaleg DPR Provinsi, bingung,” ujar Cak Imin.

Caleg tersebut, ungkap Cak Imin, meminta restu kepada kiai sambi membawa tanah untuk dibacakan doa. Caleg itu berharap mendapat tuah dari sang kiai.

“Datang ke ulama dan kiai harus bawa oleh-oleh gak mungkin, mau bawa amplop nggak bisa. Akhirnya minta kotak ketemu, dia datangi kiai, dia ambil tanah di depan rumah kiai lalu dia bawa ke rumah kiai, lalu dia ‘Pak kiai, saya mohon izin tanah ini’. Lalu pak kiai nanya untuk apa, ‘saya akan sebar di seluruh kota ini supaya saya terpilih menjadi anggota DPR’. Kiai nya kaget ‘kenapa kamu?’,” lanjut Cak Imin.

Mendengar harapan si caleg, sang kiai lantas memanggil alumni hingga senior pondok pesantrennya demi memenangkan si caleg.

"Dijawab 'saya tahu, kiai punya kesaktian, tanah ini akan berubah menjadi hipnotis yang memilih saya'. Waktu itu di 2014. Waktu itu tanahnya dibacakan Al Fatihah. Setelah dibacakan, kiai nya bingung, 'kalau dia nggak terpilih berarti kesaktian saya nggak ada'. Akhirnya dia kumpulkan semua alumni dan senior-senior, 'menangkan anak ini, kalau anak ini nggak menang saya nggak sakti lagi'," ujar Cak Imin.

Selain itu, Cak Imin mengatakan PKB memiliki keterbatasan uang untuk memenangkan Pemilu 2019. Tapi ia yakin PKB dapat mengatasi kekurangan tersebut.

"Media, kemudian money, otomatis, kita pas-pasan. Ada yang modalnya apa bisa terpilih, modalnya kerja keras dan ke kuburan. Kenapa ke kuburan? Karena di kuburan ada Wi-Fi yang menyambungkan yang hidup dan yang mati. Tapi yang menemukan Wi-Fi bukan orang NU, tapi orang NU yang menemukan Wi-Fi di kuburan tadi," ujar Cak Imin. [ry/red]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

  1. bersama jasa seo 28 Des 2018, 22:31:45 WIB

    terima kasih banyak atas semua informasinya kawan... jangan lupa kami tunggu kunjungan baliknya :)

View all comments

Write a comment