Belum Berpihak kepada Perempuan, Ketua PB Jatim Minta Pemerintah Revisi UU Cuti Melahirkan

By Kontributor 22 Des 2017, 09:33:05 WIBKetenagakerjaan

Belum Berpihak kepada Perempuan, Ketua PB Jatim Minta Pemerintah Revisi UU Cuti Melahirkan

Keterangan Gambar : Anik Maslacah, Ketua Perempuan Bangsa Jawa Timur


Surabaya, matahationline.com – Ketua Perempuan Bangsa (PB) Jawa Timur Anik  Maslachah menginginkan dan meminta pemerintah untuk segera melakukan revisi terhadap Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tantang Ketenagaerjaan Pasal 82. Pasal tersebut berisi tentang hak pekerja perempuan untuk cuti hamil dan melahirkan.

Menurut perempuan yang biasa disapa Mbak Anik tersebut, pasal 82 masih menunjukkan belum adanya keberpihakan kepada ibu hamil dan melahirkan. Karena hanya memberikan batasan cuti bagi karyawan perempuan hamil dan melahirkan selama tiga bulan yang terbagi 1,5 bulan sebelum melahirkan dan 1,5 bulan setelah melahirkan.

“Waktu tiga bulan itu fleksibel, bisa diambil kapan saja, tapi itu waktu yang sedikit. Karena untuk proses pemulihan pasca meahirkan itu tidak cukup bagi perempuan, apa lagi melahirkan melalui operasi,” ungkapnya, Kamis (21/12/2017).

Menurutnya, fenomena saat ini, perempuan Indonesia memiliki kecenderungan melahirkan melalui proses operasi. Sedangkan proses pemulihan dari pasca operasi membutuhkan waktu paling tidak enam bulan lamanya dan tidak boleh berkativitas berat

“Karena itu tidak cukup tiga bulan, karena jangka waktu tiga bulan perempuan masih merasa sakit. Paling tidak, meraka harus cuti 4-5 bulan pasca melahirkan,” ujar Mbak Anik.

Pekerjaan perempuan di Indonesia masih dalam katagori pekerjaan berat, seperti buruh pabrik dan buruh perkebunan. Jenis pekerjaan tersebut tentu tidak ramah bagi kaum perempuan pasca melahirkan yang hanya mendapat cuti tiga bulan. Sebab itulah, politisi PKB tersebut menekankan dan menganggap penting untuk melakukan penyempurnaan terhadap UU Nomor 13 Tahun 2003.[fc]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment