Banyuwangi Pacu Pengembangan Desa Wisata Melalui Perda

By 29 Des 2016, 11:14:05 WIBWisata

Banyuwangi Pacu Pengembangan Desa Wisata Melalui Perda

Keterangan Gambar : Tradisi budaya kebo-keboan Kabupaten Banyuwangi yang mampu mengikat wisatawan berkunjung ke Banyuwangi. (foto: istimewa)


Banyuwangi, matahationline.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mematangkan tekatnya untuk menjadikan Kabupaten Banyuwangi sebagai daerah wisata layaknya Bali. Untuk memacu perkebangan kawasan wisata, Pemda Banyuwangi membuat Peraturan Daerah (Perda) untuk mendorong percepatan pembangunan kawasan wisata di setiap desa atau kampung-kampung yang memiliki potensi wisata.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pembuatan perda dan sudah disetujui oleh legislatif tersebut juga untuk mendukung program unggulan pemda yaitu Smart Kampung. Perda dan program yang sudah dibuat sebelumnya merupakan satu kesatuan yang saling berkesinambungan untuk menjadikan Banyuwangi sebagai daerah wisata.

“Potensi wisata desa atau wisata di kampung-kampung cukup besar. Trennya menguat. Wisata desa ini memadukan antara keindahan alam, keberagaman budaya, edukasi, dan ekonomi kreatif. Cocok juga untuk wisata keluarga," ungkap Anas dilansir antarajatim.com, Kamis (29/12/2016).

Menurut Anas, perda yang sudah dibuat tersebut mengatur tentang ruang lingkup, promosi desa, struktur organisasi, tata cara pengelolaan dan partisipasi masyarakat desa dalam mengembangkan desa menjadi desa wisata. "Ini juga upaya mendorong partisipasi publik dalam pengembangan wisata. Karena kami sepenuhnya sadar, tanpa partisipasi publik, termasuk warga desa, pariwisata tak bisa berkembang cepat," jelasnya.

Sementara ini, Banyuwangi telah memiliki desa wisata desa diantaranya Desa Bangsring (Kecamatan Wongsorejo) yang mengembangkan wisata Bangsring Underwater, Desa Gombengsari (kecamatan Kalipuro) yang mengembangkan wisata kopi dan susu kambing etawa, Desa Tamansari (Kecamatan Licin) di lereng kaki Ijen yang mengembangkan wisata belerang, Desa adat Kemiren di Kecamatan Glagah. Desa Sumberbuluh di Kecamatan Songgon dengan wisata Rumah Pohon, Desa Sumberagung (Kecamatan Pesanggaran) dengan wisata Pulau Merah dan Pantai Mustika. Desa Sarongan dengan Pantai Sukamade dan Rajegwesi. Desa Alian dan Alas Malang, mengembangkan wisata budaya kebo-keboan dan Desa Banjar menonjolkan wisata sadap nira.

Anas berharap, dengan adanya perda yang telah dibuat dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi kreatif di setiap desa wisata yang kemudian menjadi sumber pendapatan asli desa.[fc]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment