Arkeolog Temukan Kedekatan Anjing dan Manusia Telah Berlangsung Ribuan Tahun

By Kontributor 02 Mar 2018, 10:38:43 WIBSosial Budaya

Arkeolog Temukan Kedekatan Anjing dan Manusia Telah Berlangsung Ribuan Tahun

Keterangan Gambar : ilustrasi


Surabaya, matahationline.com – Di abad modern, manusia cenderung memilih hewan sebagai teman dekatnya. Meski tak bisa diajak bicara, hewan nyatanya mampu memberi hiburan bagi tuannya, seperti halnya anjing.

Tanpa disadari, anjing menjadi salah satu hewan yang paling banyak menjadi sahabat manusia. Tidak hanya sekedar faktor bisa menghibur, anjing juga termasuk salah satu hewan yang paling setia terhadap tuannya.

Namun yang perlu diketahui, persahabatan manusia dan anjing ternyata sudah berlangsung ribuan tahuan yang lalu. Sebagaimana yang dilansir kumparan.com, Jumat (2/3/2018), telah ditemukan bukti kedekatan manusia dan anjing. Bukti tersebut adalah ditemukannya makam berusia sekitar 14 ribu tahun di Jerman.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Archaelogical, sekelompok pekerja menemukan sebuah situs makam kuno di Oberkassel, yang sekarang merupakan daerah pinggiran kota Bonn, Jerman, dan di dalamnya terdapat sisa-sisa jasad manusia bersama anjingnya. Dalam makam itu ditemukan jasad seorang pria, wanita, dan seekor anak anjing.

Dokter hewan dan arkeolog dari Belanda Luc Janssens melakukan pemeriksaan, dia menemukan bahwa anak anjing itu menderita canine distemper, penyakit yang menyerang perncernaan, pernapasan, dan saraf anjing.

Penyakit itulah yang membuat anjing tersebut tidak berumur panjang. Gejala dari penyakit ini meliputi demam, tidak mau makan, dehidrasi, lesu, diare, hingga muntah.

Janssens mengatakan, seharusnya anjing itu mati lebih cepat karena penyakitnya menular dan tidak bisa disembuhkan. Namun, ia hidup sembilan minggu lebih lama karena dirawat dengan baik oleh pemiliknya.

"Saya beruntung karena saya adalah seorang dokter hewan dan arkeolog," kata Janssens seperti dikutip oleh National Gerorgaphic. "Arkeolog tidak selalu mencari bukti penyakit atau memikirkan masalah klinisnya, tapi sebagai dokter hewan, saya memiliki banyak pengalaman untuk mengetahui hal ini pada anjing."

Menurut penelitian tersebut, anak anjing itu meninggal di usia 28 minggu. Hal ini menujukkan kalau pemiliknya memang merawat anjing tersebut agar bsia hidup lebih lama.

"Distemper adalah penyakit mematikan, anjing yang terkena penyakit ini biasanya hanya berusia antara 19 sampai 23 minggu," kata Liane Giemsch, kolega Janssens.

"Anjing ini mungkin bisa hidup lebih lama berkat perawatan dari pemiliknya."

 

Source: kumparan.com



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

  1. http://www.brillassignment.co.uk/ 17 Agu 2018, 19:23:11 WIB

    Seems like you have an awesome time with your dog inside the woods. I also wanted to do such adventurous things since my childhood. And i have got inspired through many such wild adventures programs on television.

View all comments

Write a comment