Angka Perceraian Tinggi, Hakim: Calon Suami Harus Tes Keperjakaan

By fandra 11 Sep 2017, 09:55:11 WIBHukum

Angka Perceraian Tinggi, Hakim: Calon Suami Harus Tes Keperjakaan

Keterangan Gambar : Cover buku Binsar Gultom yang berjudul Pandangan Kritis Seorang Hakim. Foto Istimewa


Surabaya, mahationline.com – Tingginya angka perceraian yang ada di Indonesia membuat seorang hakim tinggi di Pengadilan Tinggi (PT) Bangka Belitung Binsar Gultom memberikan gagasan untuk melakukan tes keperawanan dan keperjakaan. Perlunya melakukan tes tersebut untuk mencegah benih-benih penyebab perceraian. Gagasan tersebut disampaikan oleh Binsar dalam bukunya berjudul “Pandangan Kritis Seorang Hakim”.

Dalam buku tersebut, menurut Binsar mengupas perlunya tes keperawanan terhadap calon pengantin perempuan. Agar tidak terjadi diskriminasi, Binsar menginginkan juga ada tes keperjakaan untuk calon suami.
"Tidak adil kalau wanita yang tes keperawannya. Bagaimana si lelaki? jika bukan perjaka lagi? Ini berkembang pengetahun kita. Kewajiban pemerintah untuk bisa mendeteksi sejauh mana seorang pria masih perjaka atau tidak, harus diangkat fokus berita ini," kata Binsar dilansir detik.com, Senin (11/9/2017).

Karena itu, Binsar meminta kepada tim ahli kedokteran untuk melakukan penelitian dan membuat kajian cara mendeteksi keperjakaan seseorang. Ia yakin dengan perkembangan teknologi, alat pendeteksi tersebut bisa ditemukan.

"Sekarang dokter atau ahli kandungan, (masak) tidak bisa mendeteksi soerang pria sudah tidak perjaka? Itu harus bisa, jaman canggih," terangnya.

Keyakinan Binsar tidak hanya kemampuan dokter untuk menemukan alat tes keperjakaan tersebut, namun ia juga yakin bahwa peneliti dari kedokteran bisa menemukan pendeteksi hilangnya keperjakaan karena onani atau karena berhubungan badan.[nc]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment