Alih Fungsi Lahan, Haram

By 11 Des 2016, 17:50:01 WIBEkonomi

Alih Fungsi Lahan, Haram

Keterangan Gambar : Ilustrasi


SURABAYA, matahationline.com - Di tengah alih fungsi lahan produktif yang didukung modal besar dan perizinan, masa depan swasembada pangan yang bergantung pada lahan menjadi suram. Para kyai melihat ketersediaan lahan produktif di Indonesia semakin susut.

Melihat mudhorot yang lebih besar itu, beberapa waktu lalu para kyai telah mengeluarkan fatwa haram atas konversi lahan produktif. Fatwa haram ini diputuskan dalam forum bahtsul masail NU di pesantren Al-Manar Azhari, Limo, Depok.

Fatwa ini menunjukkan keberpihakan para kiai pada ketahanan pangan nasional dan pembelaan atas kelestarian lingkungan hidup.

Sementara itu, menanggapi persoalan pangan, Dosen Ekonomi Pembangunan Universitas Trunojoyo Madura Bondan Satriawan mengatakan, jangan sampai petani dikorbankan demi kepentingan orang kota yang butuh makan murah.

”Tanah itu kan aset petani, mahal tidaknya asset (tanah) itu kan tergantung banyak faktor. Salah satunya luasnya kemungkinan penggunaan lahan. Semakin luas kemungkinan penggunaan lahan maka semakin tinggi nilai aset petani, demikian juga sebaliknya,” jelas Bondan via pesan berantai, Minggu (11/12/16).

Menurut alumnus S2 Australia itu, dengan pembatasan alih fungsi lahan maka sebenarnya itu menurunkan nilai aset petani. Petani sudah selama ini paling menderita, ditambah lagi satu-satunya aset yang dimiliki turun nilainya.

“Tanpa dibarengi dengan kebijakan insentif atau kebijakan yang bersifat ganti rugi atas turunnya nilai aset petani, sebenarnya lagi-lagi petani menjadi korban pertama atas cita-cita ketahanan pangan tersebut,” pungkas Bondan. [an]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment