Akik Zaman Jelaskan Penyebab Milenial Mudah Terpapar Ideologi Radikal

By Kontributor 19 Okt 2019, 14:16:49 WIBDunia Islam

Akik Zaman Jelaskan Penyebab Milenial Mudah Terpapar Ideologi Radikal

Keterangan Gambar : Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur, Akik Zaman


matahationline.com - Mengamati perkembangan teknologi informasi, anak muda milenial menjadi kelompok yang mudah terpapar gerakan ideologi radikal. Kelompok ini pasalnya menjadi target utama gerakan radikal karena mudah dipengaruhi sekaligus didoktrin masuk dalam golongan mereka.

Melihat fenomena itu, Anggota DPRD Jawa Timur Akik Zaman menganalis kenapa kaum milenial mudah terpapar dan menjadi target sasaran. Pemahaman agama yang dangkal menjadi salah satu penyebabnya. Golongan milenial ini terpaku pada tekstual dan tidak menyelami hikmat al tasyri, sehingga pemahaman agamanya adalah terbatas apa yang ada pada teks yang tertulis.

 “Lingkungan gaul monoton, eksklusif dan tanpa pemandu beragama juga menjadi penyebab mudahnya milenial terpapar gerakan radikal,” ungkapnya, Sabtu (19/10/2019)

Kemudian yang tidak kalah besar pengaruhnya terhadap milenial adalah media sosial. Politisi senior PKB Jawa Timur itu menjelaskan jika kelompok milenial saat ini terkurung dengan media sosial dengan konten-konten radikal. Konten yang dihadirkan oleh gerakan radikal tersebut mampu menarik dan membuat anak muda candu untuk terus mengkonsumsinya, sehingga masuk ke alam bawah sadar, apa yang ditampilkan di media sosial adalah sebuah kebenaran. “Hal itu terjadi karena kurangnya sumber referensi bacaan, kurang pengalaman dan kurang keterlibatan banyak pihak,” katanya.

Selain itu yang menjadi penyebab seseorang mudah terpengaruh gerakan radikal adalah kurangnya pemahaman terkiat nilai-nilai sejarah kejuangan ulama Indonesia dalam pluralisme. Sejarah menjadi penting sebagai pengingat bagaimana bangsa dan negara Indonesia berdiri. Sehingga doktrin-doktrin kelompok radikal yang ingin merubah sistem pemerintahan yang sudah sah bisa ditangkal dengan nilai-nilai kesejarahan yang sudah ada.

Sebagai solusi dalam menghadapi gerakan radikal itu, pemerintah seharusnya berkerja sama dengan organisasi masyarakat seperti NU dan pondok pesantren. Lembaga tersebut menurut politisi asal Situbondo itu sudah terbukti dalam sejarah bangsa sebagai lembaga yang loyal terhadap negara dan menjadi garda terdepan menghadapi kelompok radikal.

“Seharusnya pemerintah sepenuh hati menggandeng ormas atau institusi masyarakat seperti NU dan Pondok pesantren yang telah terbukti dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, menghadapi radikalisme,” pungkasnya [ce]



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment